Kenapa Gaji Naik, Tapi Tetap Merasa Miskin?


Bayangkan ini:

Bulan ini gaji sudah masuk. Kamu senyum-senyum waktu lihat angka di rekening
lebih besar dari tahun lalu, hasil kerja keras, lembur, bahkan bonus kecil dari kantor.


Tapi beberapa hari kemudian, entah kenapa saldo sudah tinggal separuh. 
Tagihan menumpuk, cicilan jalan terus, nongkrong sekali dua kali, scroll marketplace, 
tahu-tahu keranjang penuh. Dan akhirnya muncul kalimat klasik:

“Kok gaji naik, tapi rasanya tetap miskin ya?”


“Kenaikan Gaji yang Cuma Lewat”

Coba jujur sebentar. Pernah nggak sih kamu mikir:

  • Dulu waktu gaji 3 juta, kamu bilang: “Kalau udah 5 juta pasti lebih lega.”
  • Pas beneran dapat 5 juta? “Kayaknya kalau 7 juta, baru bisa nabung.”
  • Pas 7 juta, eh tetap juga ngos-ngosan.


Kenapa bisa gitu?
Karena income naik, tapi lifestyle juga ikut naik.
Fenomena ini punya nama: lifestyle inflation.


Bisa jadi, dulu kamu puas pakai HP mid-range, sekarang maunya flagship.
Dulu happy makan ayam geprek, sekarang weekend nggak lengkap kalau nggak ada sushi.
Dulu ngekos seadanya, sekarang merasa wajar upgrade ke apartemen biar “nyaman”.


Naiknya gaji bukan berarti masalah selesai, tapi justru membuka pintu pengeluaran baru.


Psikologi “Merasa Miskin”

Ada dua alasan kenapa perasaan miskin tetap menghantui, meski gaji naik:

  1. Perbandingan Sosial (Social Comparison).
    Kita nggak pernah puas karena terus membandingkan diri dengan orang lain. Teman upgrade mobil? Tiba-tiba motor lama terasa memalukan.

  2. Kurang Kontrol Finansial.
    Banyak orang cuma fokus “dapet lebih banyak”, tapi lupa bikin sistem untuk ngelola uang. Tanpa budgeting, berapa pun gaji, rasanya akan selalu kurang.


Jadi, Apa Solusinya?

Kabar baiknya: perasaan “miskin” bukan berarti nasib. Itu tanda kalau kita butuh reset cara pikir soal uang.
Beberapa langkah kecil yang bisa mulai dicoba:

  • Sebelum upgrade gaya hidup, upgrade tabungan dulu.
  • Terapkan aturan sederhana: 20% gaji langsung masuk tabungan/investasi begitu gajian.
  • Sadari bahwa kepuasan finansial lebih datang dari rasa aman, bukan dari barang baru.


Naiknya gaji seharusnya jadi berkah, bukan jebakan. 
Tapi kalau kita nggak sadar dengan pola hidup dan cara mengelola uang, besar kecilnya angka di slip gaji hanya akan lewat begitu saja.


Sekarang pertanyaannya:
Apa yang kamu lakukan pertama kali setiap kali gajian? 

Nabung dulu, bayar cicilan dulu, atau langsung checkout keranjang belanja?

Tulis jawabanmu di kolom komentar, siapa tahu kita bisa belajar dari pengalaman masing-masing.


-------------------------------------------------------------------------

Versi Video:

Kenapa Gaji Naik, Tapi Tetap Merasa Miskin?

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.